Garam Berkualitas
untuk Industri Indonesia
SGA hadir sebagai solusi penyedia garam industri berkualitas tinggi (NaCl > 97% – 99.7%) dengan teknologi Geomembran & Washing Plant modern, kemitraan Sentrapreneur petani lokal, dan komitmen mengurangi ketergantungan impor nasional.
Mengapa SGA?
SGA adalah perusahaan penggerak ekosistem (Keystone Orchestrator) yang fokus pada produksi dan perdagangan garam industri berkualitas tinggi, dengan model kemitraan SENTRAPRENEUR yang memberdayakan petani lokal sebagai mitra-pemilik saham dan mendukung ketahanan industri nasional.
Teknologi Modern
Produksi garam sesuai standar industri dengan Geomembran HDPE + UV-Tunnel (12 siklus/tahun).
Kemitraan Petani (Sentrapreneur)
Pemberdayaan ekonomi lokal: Koperasi Multipihak memegang 20%–35% ekuitas saham PT SGA.
Kualitas Terjamin
Sertifikasi SNI, Halal, CPOB & penerbitan Certificate of Analysis (COA) tiap batch pengiriman.
Dukungan Industri
Mitigasi impor & ketahanan nasional dengan komitmen serapan 12 industri besar (213.549 ton/thn).
Dari Petani
untuk Industri Indonesia
Mentransformasi 900 petambak lokal dari buruh tradisional menjadi wirausaha garam mandiri (Salt Entrepreneur) yang bankable.
Program SGA
Sinergi Petani, Teknologi, dan Industri dalam Satu Rantai Nilai Terpadu
Pilar Hulu
Teknologi Modern untuk Memenuhi Standar Industri Ketat
Tambak Geomembran
Meningkatkan kemurnian NaCl mentah > 95% sejak di kolam kristalisasi, bebas tanah & lumpur, plus UV-Tunnel 12 siklus/thn.
Washing Plant
Fasilitas pencucian modern senilai Rp 15 miliar yang meluruhkan pengotor (Ca, Mg, SO4) untuk NaCl > 97%.
Mutu & Lab (QA)
Fasilitas kontrol mutu senilai Rp 5 miliar yang merilis Certificate of Analysis (COA) untuk kelulusan ketat pembeli.
Pilar Hilir
Konsolidasi Garam Rakyat & Logistik Regional Terintegrasi
Mengintegrasikan Perdagangan Agregatif
SGA bertindak sebagai BUMP untuk menyerap garam dari koperasi rakyat sekitar Cirebon, melipatgandakan volume perdagangan jauh di atas kapasitas 100 Ha inti.
Gudang Regional Hub
Gudang senilai Rp 10 miliar di dekat kawasan industri Bekasi/Cikarang untuk JIT (Just-in-Time Delivery).
Keterlusuran Digital
Sistem suplai digital senilai Rp 5 miliar untuk melacak perjalanan komoditas dari petani hingga pabrik.
Plan SGA
Peta Jalan Menuju Substitusi Impor Jawa Barat 300.000 Ton & Skala Nasional 6 Juta Ton
Fase 1: Penetrasi Jabar
Fokus produksi 30.000 ton di 100 Ha, lanjut 400 Ha agregasi garam lokal Cirebon hingga 120.000 ton untuk memasok Indofood CBP dan Pindo Deli.
Fase 2: Replikasi Nasional
Replikasi model kemitraan SENTRAPRENEUR & Lab QA/QC ke sentra garam nasional (Madura, NTT, Sulsel). Target agregasi perdagangan 1.5 Juta ton/tahun.
Fase 3: Total Substitusi Impor
Penguasaan pasar garam industri nasional hingga 3–4 juta ton/tahun. Hilirisasi produk premium seperti pharma-grade (NaCl ≥ 99.7%) & kimia murni.
Pengembangan Bisnis SGA
Dari Garam Rakyat Menjadi Masa Depan Kluster Industri, Sentrapreneur & Kawasan Industri Rebana
Industri Kimia (CAP)
Garam kimia murni untuk industri petrokimia, klor-alkali (KBLI 20111), sabun & deterjen (Ca2+ ≤ 0.045%, Mg2+ ≤ 0.025%).
Industri Farmasi
Pharma-grade untuk cairan infus, injeksi, hemodialisis, obat & kesehatan (Mitra: PT Bio Farma & PT Meprofarm).
Industri Makanan & Minuman
Bahan baku aman Food Grade (NaCl > 97% – 99%, putih bersih) untuk PT Indofood CBP (100k T), Daesang (36k T), Wincheez.
Industri Tekstil & Kertas
Mendukung produksi pulp, kertas, tekstil, dan penyamakan kulit nasional (PT Pindo Deli Pulp & PT Sentosa Eka Perdana).
Kolaborasi 6 Brand Garam Konsumsi, Kosmetik & Wellness Spa
Sinergi BUMP PT SGA bersama PT Nawasena Bumi Abadi, UMKM Kosmetik, PKK, Koperasi Desa Merah Putih Ambulu, dan Koperasi Mina Alam Raya.
Penerapan Prinsip 3M & Simetri Ketergantungan
Pabrik pengolahan PT SGA membutuhkan 33.500 ton bahan baku/tahun, di mana 20.000 ton (60%) wajib dipasok lahan plasma. Pabrik baru mencapai titik layak pada utilisasi 94%—sehingga PT SGA secara struktural tidak dapat bertahan tanpa kemakmuran petambak plasma.
1. MODAL (Capital Procurement & Facilitation)
SGA mengorkestrasi CAPEX Rp 88,8 M – Rp 109 M (Washing Plant Rp 15 M, Gudang Hub Rp 10 M, Armada Rp 8 M, Geomembran HDPE Rp 45 M, Lab QA Rp 5 M). Petambak plasma memperoleh 20%–35% saham ekuitas tanpa menyetor modal tunai.
2. MUTU (Quality Assurance & Standardization)
Penerapan SOP Good Salt Farming Practices (GSFP), pengelolaan air tua (Brine 20–25° Be), pencucian mekanis, serta penerbitan Certificate of Analysis (COA) resmi.
3. MARKETING (Off-take Guarantee & Harga Dasar)
Kepastian serapan melalui kontrak 12 Industri Besar (213.549 ton/tahun) dengan jaminan Harga Dasar Rp 700/kg + Premi Mutu Rp 50/kg sebelum musim panen.
Sinergi 3 Badan Hukum Ekosistem Desa Ambulu
Mengelola lahan inti 90–100 Ha, Washing Plant 30.000 ton, Lab QA/QC, logistik, merk, kontrak industri, dan hubungan investor/perbankan.
Menghimpun ±250–900 petambak pada 200 Ha lahan plasma, asas one member one vote, memegang 20% hingga 35% saham PT SGA atas nama anggota.
Menyediakan legitimasi sosial desa, pengawasan warga, dan memastikan nilai tambah ekonomi melekat permanen di Desa Ambulu.
Jalur Kapabilitas Berjenjang: Dari Buruh Tradisional Menjadi Salt Entrepreneur
Melalui Koperasi Multipihak, petambak dibina secara teknis (GSFP) dan manajerial hingga berstatus wirausaha mandiri yang bankable (akses KUR/BLU).
Pekerja / Buruh Tradisional
Kondisi awal bekerja tanpa standar teknis, rentan jeratan tengkulak, panen hanya 3–4 siklus/tahun dengan kualitas rendah (NaCl < 88%).
Operator Tambak Modern (GSFP)
Tersertifikasi Good Salt Farming Practices, menguasai pengukuran derajat Baume (20–25° Be), brine treatment, dan pemeliharaan HDPE.
Manajer Unit / Kluster Tambak
Memimpin kluster tambak 10–15 Ha, mengelola pencatatan produksi harian di aplikasi mobile SGA, dan mengawasi mutu panen kerosok (NaCl > 95%).
Salt Entrepreneur (Mitra-Pemilik)
Wirausaha profesional yang memahami laporan keuangan, memegang saham PT SGA via Koperasi, dan memiliki rekam jejak kredit bankable.
Realisasi Kemitraan 12 Industri Besar Mencapai 213.549 Ton/Tahun
| Nama Industri Besar | Kluster | Kebutuhan / Tahun | Spesifikasi Teknis Garam | Tindak Lanjut Utama |
|---|
Penetapan Status Kawasan Industri (KBLI 68130) & 8 Tahap IUKI
Akte dan SK PT Sentra Garam Ambulu telah ditetapkan pada 13 November 2025. Dari 1.152,81 Ha area analisis di Desa Ambulu, seluas 933,57 Ha merupakan Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Pengajuan IUKI mengintegrasikan KBLI 68130 (Kawasan Industri), 08930 (Ekstraksi Garam Hulu), 10774 (Pabrik Pengolahan), dan 20111 (Kimia Dasar Khlor & Alkali) serta membuka akses ko-pembiayaan infrastruktur publik Rp 24,8 Miliar.
Indikator Kelayakan Finansial
Bersama SGA
Kita Wujudkan Indonesia Tanpa Impor Garam Industri
Mari bermitra, berinvestasi, dan tumbuh bersama dalam ekosistem pergaraman modern Desa Ambulu, Kabupaten Cirebon.
Master Pitch Deck — BUMP PT Sentra Garam Ambulu (SGA)
Dashboard Operasional & Komitmen Industri
Pantau realisasi kontrak 12 industri, batch sertifikasi COA, petambak Sentrapreneur, dan kesiapan IUKI.
Daftar Permohonan Kemitraan & Investor Masuk (Lead WJIS)
Manajemen 12 Mitra Off-taker Industri Besar
Total Komitmen Penyerapan: 213.549 Ton/Tahun dengan spesifikasi teknis terstandarisasi COA.
| Perusahaan Industri | Kluster | Volume (Ton/Thn) | Spesifikasi Teknis | Tindak Lanjut | Aksi |
|---|
Batch Produksi Washing Plant & Certificate of Analysis (COA)
Ketelusuran Digital (Digital Traceability) dari tambak petani plasma hingga gudang pembeli industri.
| Kode Batch | Tanggal Uji | Sumber Blok / Koperasi | Tonase | Hasil Lab (NaCl / Air) | Buyer Tujuan | Aksi |
|---|
Data Petambak Sentrapreneur & Koperasi Multipihak Plasma
Program Skill-Up SDM (Level 1 s/d Level 4) & kepemilikan saham kolektif 20%–35% PT SGA.
Progres 8 Tahap Perizinan Dasar Kawasan Industri (IUKI - KBLI 68130)
Rekomendasi Badan Pengelola Kawasan Rebana Pemprov Jabar (Jadwal Indikatif Q4 2026 – Q1 2028).